Cara modifikasi baterai Polytron R2507 Rocket T3 untuk handphone Nokia 2.2 TA-1188 tanpa solder
Nokia 2.2 TA-1188 yang aLezof coba perbaiki ini pada awalnya sering mati secara tiba-tiba, padahal baterai masih menunjukkan angka 50%. Lalu ketika dinyalakan, handphone hidup kembali secara normal.
Kejadian tersebut berlangsung terus menerus hingga akhirnya handphone tidak mau hidup sama sekali. Lalu ketika dicek, ternyata kondisi baterai dalam keadaan kembung yang artinya baterai telah drop dan perlu diganti dengan baterai yang baru.

Tapi alangkah terkejutnya ketika aLezof mendapati tak satupun toko sparepart handphone yang menjual baterai untuk Nokia 2.2 ini. Dan sebagai gantinya, hanya baterai Nokia 2 saja yang banyak tersedia di pasaran.
Sebab perlunya memodifikasi baterai
Nokia 2.2 berbeda dengan Nokia 2 karena Nokia 2.2 ini merupakan generasi penerus dari Nokia 2 yang diluncurkan pada tahun 2019, sedangkan Nokia 2 diluncurkan 2 tahun sebelumnya yaitu 2017.
Walaupun menggunakan baterai removable atau dapat dilepas, akan tetapi sangat sulit sekali mencari baterai Nokia 2.2 ini. Sebaliknya, untuk Nokia 2 justru stock baterai dari para penjual sparepart handphone melimpah. Begitulah setidaknya hingga artikel ini ditulis.
Perbedaan mendasar mengenai baterai dari kedua handphone yaitu Nokia 2.2 menggunakan baterai removable, sedangkan Nokia 2 menggunakan baterai non-removable atau baterai tanam. Kemudian, Nokia 2.2 dengan nomor model TA-1179, TA-1183, TA-1188, TA-1191 memiliki nomor seri baterai HQ510, sedangkan Nokia 2 dengan nomor model TA-1007, TA-1029, TA-1035 memiliki nomor seri baterai HE338.
Faktanya, seluruh toko sparepart yang aLezof kunjungi hanya menyediakan baterai dengan nomor seri HE338, yang mana baterai tersebut adalah untuk Nokia 2 dan berjenis baterai tanam.
Baca juga :Memperbaiki tombol keyboard laptop tidak berfungsi sebagian karena jalur putusBahkan di situs jual beli online lokal pun hanya menyediakan baterai yang sama dan tak satupun yang menjual baterai untuk Nokia 2.2. Kecuali untuk toko sparepart online luar negeri, aLezof mendapati sekitar 2 hingga 3 situs yang menjualnya dengan kisaran harga 450ribu dengan shipping dari Belanda dan Australia.
Maka dari itu, aLezof terpaksa memodifikasi baterai handphone lain supaya bisa digunakan pada handphone Nokia 2.2 karena untuk mencari kecocokan model yang sama sungguh sulit. Hingga akhirnya pilihan jatuh ke baterai Polytron R2507 Rocket T3 dengan nomor seri baterai PL-7T5D berkapasitas 5800mAh dengan sedikit usaha yang cukup kreatif yaitu modifikasi baterai.
Q : Kenapa harus baterai Polytron R2507 Rocket T3?
A : Karena body baterai Polytron R2507 sesuai dengan body baterai Nokia 2.2, sehingga hanya butuh sedikit proses saja dalam memodifikasinya. Bahkan tanpa menggunakan solder sedikitpun.
Tips memilih baterai untuk bahan modifikasi
Okay, aLezof akan bagikan cara memodifikasi baterai Polytron R2507 supaya dapat digunakan di handphone Nokia 2.2. Tapi sebelum itu, aLezof ingin berikan tips untuk kamu yang sedang mencari baterai untuk dimodifikasi.
Pertama yang harus diperhatikan adalah kecocokan ukuran. Maka dari itu, kamu terlebih dahulu harus mengukur panjang, lebar dan tebal baterai original handphone kamu, kemudian cari di internet ukuran baterai yang sesuai atau setidaknya lebih kecil ukurannya dari baterai original.
Kemudian lihat kapasitas baterai. Usahakan kapasitas baterai untuk dimodifikasi sama dengan atau lebih besar dari kapasitas baterai original.
Baca juga :Cara membuat DC power supply rakitan untuk menyalakan handphone dan kejut bateraiLalu jika kedudukan konektor baterai tidak sama, maka di situ lah proses modifikasinya.
Cara modifikasi baterai Polytron R2507 untuk Nokia 2.2 tanpa solder
Siapkan kedua baterai.
Buka plastik atau kertas yang menutupi body baterai.
Pada plastik atau kertas penutup baterai original Nokia 2.2 terdapat sejenis pelindung yang entah berfungsi sebagai apa, yang pasti kemungkinan itu merupakan bagian yang cukup penting sehingga nanti harus dipasang lagi.
Sedangkan pada baterai Polytron R2507 tidak ada pelindung apapun sama sekali.
Buka casing yang melindungi sekeliling body baterai yang biasanya berbahan plastik.
Baca juga :Cara menghilangkan cat hitam yang menutupi logo LCD handphone menggunakan alat sederhanaPada baterai original Nokia 2.2 terdapat pelindung yang cukup kuat dan kokoh terpasang, sehingga kamu harus hati-hati saat melepasnya karena di sana terdapat dua lapis pelindung. Pelindung luar sangat tipis ukurannya, sedangkan pelindung dalam agak tebal.
(Pada tutorial ini, casing luar baterai Nokia 2.2 patah sebelah)
Di sini kamu hanya perlu membuka casing luar saja karena casing bagian dalam yang terdapat di sebelah atas menempel kuat ke bagian protektor baterai.
Sedangkan untuk baterai Polytron, casingnya sangat mudah dilepas sebab hanya direkatkan oleh double tape.
Ingat ya, lepaskan hanya casing saja sedangkan untuk protektornya tak usah.
Kemudian ratakan dulu bagian bawah sebelah dalam dari casing baterai Nokia karena di sana terdapat bagian yang menonjol. Kamu boleh mengirisnya perlahan menggunakan silet atau pisau cutter yang penting bisa terpotong hingga rata supaya nanti keseluruhan baterai bisa masuk dengan pas.
Setelah casing kedua baterai terlepas dari masing-masing body baterai, lalu pasang casing baterai Nokia 2.2 ke body baterai Polytron R2507.
Baca juga :Langkah awal untuk mengatasi sinyal bulat pada handphone karena terendam airDudukan konektor baterai Polytron R2507 sangat mirip 99% dengan Nokia 2.2. Perbedaannya hanya saat pemasangan ke masing-masing handphone yang kondisinya saling berbalik arah, sehingga karena alasan inilah kita tidak perlu menyolder apapun karena casing baterai hanya tinggal pasang ke body baterai dengan menggeser protektor baterai hingga konektor masuk tepat ke lubangnya.
Sebelum plastik atau kertas dipasang kembali, kamu perlu mengganjal salah satu pinggir baterai karena body baterai Polytron kurang lebar.
Kamu boleh menggunakan salah satu casing pinggir bagian dalam yang bisa kamu copot dari baterai Nokia 2.2. Dan tak cuma itu, pada bagian bawah casing baterai yang tadi telah diratakan harus kamu tambahkan perekat double tape hingga 3 atau 4 lapis. Selain untuk mengganjal, juga supaya casing menempel ke body baterai.
Setelah itu, baru kamu pasang kembali plastik atau kertas penutup body baterai Nokia 2.2 dengan posisi yang tepat.
Selesai, Nokia 2.2 kini sudah mendapatkan kembali baterainya dan mampu menyala dengan normal. Bahkan ketika dicharge pun bekerja dengan baik, padahal dia tidak tahu bahwa baterai yang dia gunakan merupakan hasil modifikasi dari baterai Polytron R2507 Rocket T3.
© aLezof
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar kamu akan dimoderasi terlebih dahulu, jadi mohon bersabar ya..